KabaLi

KabaLi
FOTO FASILITASI TARI BANDA PADA ACARA FESTIVAL BUDAYA KERATON LIYA TAHUN 2011

KabaLi

KabaLi
FOTO FASILITASI TARI NGIFI- LARIANGI LIYA, PADA ACARA FESTIVAL BUDAYA KERATON LIYA TAHUN 2011

Senin, 29 Maret 2010

TIM BP-3 MAKASSAR MULAI INVESTIGASI DAN PENGUKURAN BENTENG KERATON LIYA TGL 17 MARET 2010

Setalah pada malam hari Rabu tanggal 16 Maret 2010 7 orang ahli arkiologis dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar diterima dalam Mesjid Agung Keraton Liya oleh para sara Liya dan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh budaya, maka keesokan harinya tepatnya hari Rabu tanggl 17 Maret 2010 Tim BP-3 Makassar mulai mengadakan survey investigasi dan pengukuran Benteng Keraton Liya. Cara kerja Tim dibagi menjadi 3 bagian yakni satu bagian Tim Pengukuran dengan menggunakan alat ukur water pass, satu Tim bagian dengan membawa alat ukur koneksi satelit untuk  menentukan  GPS (General Position System) yang mengukur posisi absis dan ordinat titik-titik benteng mulai dari lapis pertama, lapis kedua sampai lapis ketiga dan satu Tim pengamatan relief dan teknis benteng. 

 Pintu Lawang Timi Benteng Keraton Liya

Para Tim BP-3 Makassar dalam kerjanya ditemani oleh staf Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kabupaten Wakatobi yang terdiri dari 3 orang, satu diantaranya adalah juga ahli arkiologis dan antropologis. Tim BP-3 Makassar cukup antusias dan serius dalam pengamatan benteng keraton Liya termasuk artifak sejarah dan data-data arkiologis serta sejarah budaya yang akan menjadi input kelengkapan data teknis untuk pengajuan proposal biaya kepada Menteri Kebudayaan dan Parawisata pusat. Melihat lingkup benteng relatif cukup luas dimana pada lapais ke tiga benteng keraton Liya terdapat sekitar 1.500 meter dari lapis benteng pertama maka sementara Tim menyimpulkan bahwa benteng keraton Liya merupakan benteng terbesar dari wilayah kesultanan Buton. Namun sayangnya Tim sudah tidak menjumpai secara utuh tempat-tempat pintu masuk atau Lawang terutama pada benteng pada lapis kedua, karena baik bentengnya maupun lawangnya telah dirusak oleh masyarakat. Pintu lawang yang masih utuh sisa dua buah yakni lawang Laro Togo dan lawang Timi, padahal lawang di benteng keraton Liya terdapat 13 buah ditambah dengan 2 lawang molingu atau rahasia sehingga total lawang dibenteng keraton liya menjadi 15 buah. Tim juga menjumpai tinggi pasangan benteng sudah tidak asli terdapat hanya dengan ketinggain antara 1.00 m s/d 1,50 meter padahal tinggi benteng liya yang asli adalah lebih kurang 3.00 meter seperti halnya yang masih terdapat di bastion dibelakang mesjid agung keraton Liya.

 Inilah Salah Satu Tim Survei Teknis Benteng Keraton Liya

Oleh karena itu pada hari kamis tanggal 18 Maret 2010 Tim BP-3 Makassar bersama Ketua Umum Forkom KabaLi dan Unsur Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kabupaten Wakatobi sepakat untuk segera mengangkat dan mengusulkan 8 orang Juru Pelihara Benteng yang akan disampaikan melalui organisasi Forkom KabaLi ke BP-3 Makassar tembusan Menteri Kebudayaan dan Parawisata sekaligus mengusulkan segera dibuatkan papan-papan tanda peringatan, papan penunjuk arah dan papan larangan sesuai dengan undang-undang yang berlaku sehingga masyarakat diharapkan kemudian tidak lagi akan merusak situs benteng keraton liya yang amat berharga itu.

Minggu, 28 Maret 2010

KAKEK USIA 117 TAHUN DENGAN GIGI DEPAN SISA DUA MASIH SANGGUP MEMAKAN BATU/KULIT KERANG KERAS DENGAN MENGUNYAH SEPERTI KERUPUK SINGKONG

Oleh : Ali Habiu

Dunia ini memang edan kata kebanyakan orang, betapa tidak ditengah-tengah kebajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang serba moderen dan materialistis ternyata kita juga masih diperhadapkan oleh adanya orang-orang yang minus pengetahuannya tetapi dia memiliki suatu kekuatan dasyat dalam tubuhnya yang mampu memakan benda keras seperti batu dan kulit kerang keras tanpa merasakan apapun ibarat dia memakan sebuah lempengan keripik singkong dengan bunyi krek....krek...krek, lalu batu atau kulit kerang tadi habis dilahapnya dan ditelannya masuk dalam perutnya. 

La Ode Runga Tengah Memegang Kerang Keras
Siap Untuk Dimakan Walau Gigi sisa Dua Buah

La Ode Runga Tengah Memakan Kerang Keras
Seperti Halnya Memakan Kerupuk Ubi, krek..krek..krek

Sosok itu tak lain bernama La Ode Runga saat ini memiliki usia 117 tahun pensiunan dari anggota TNI an terakhir tugas di Balikpapan. Dia semasa kecilnya sejak tahun 1930-an sudah pergi merantau meninggalkan kampung halaman desa Liya (keraton Liya) menuju Makassar dan disana dia bekerja menjadi jongos seorang Belanda dengan pangkat contoller. Semasa merantau tak ada satupun manusia yang ditakutinya dan bahkan jika terjadi penyerangan antara pejuang revolusi dengan Belanda dia kadang kala berada dekat menyaksika langsung kejadian itu tanpa harus lari meninggalkan tempat kejadian padahal begitu banyak peluru yang dimuntahkan dari moncong senapan Belanda dia tak gentar satupun. I

 Inilah Ruas Tangan La Ode Runga Ada Kelainan

Inilah ciri khas orang-orang pulau asli asal desa Liya yang memang memiliki keturunan bajak laut pada zamannya sehingga memang dikalangan mereka banyak mewarisi ilmu keturunan yang teramat dasyat itu. Semenjak tahun 1992 lalu ketika Bupati Buton Saidu mencanangkan Pestival Keraton Tahunan maka La Ode Runga sering dipanggil sebagai duta budaya yang memperagakan cara memakan batu karang atau kulit kerang yang keras di hadapan publik pengunjung pestival bahkan juga sering dipanggil mewakili utusan Sulawesi Tenggara pada acara pestival budaya nusantara di Taman Mini Indonesia.

Sabtu, 27 Maret 2010

NENEK USIA 147 TAHUN SEMASA HIDUPNYA PENUH DENGAN KESAKTIAN

Oleh : Ali Habiu




 Wa Ode Onta Tinggal Bersama 
Anak Angkatnya di Kareke Bekas Kota Lama Liya.
Usianya Saat Ini Telah Mencapai 147 Tahun. 
Orang Ini Semasa Hidupnya Kebal Seluruh Tubuhnya 
Tak Bisa Dimakan Senjata Apapun.
Gambar ini diambil Tanggal 17 Maret 2010

Pada masa pendudukan Belanda Di Indonesia Nenek Wa Ode Onta ini djadikan pelarian orang-orang yang sering merasa takut karena tidak punya ilmu kelaki-lakian dan di nenek inilah mereka belajar ilmu kebal dan ilmu-ilmu kesaktian lainnya.

Pada masa lalu terjadi penyerangan orang mosega (orang-orang kebal) asal Kaledupa sebanyak lebih kurang 40 orang ke Keraton Liya. Maka nenek perempuan inilah termasuk salah satunya yang melawan orang-orang berani tersebut dengan cara mengambil sebanyak-banyaknya pelepah daun kelapa lalu daunnya di hamburkan setiap pintu lawang dan setiap sudut-sudut strategis lantas yang terjadi adalah misterius dimana seluruh daun-daun kelapa yang dihamburkan oleh nenek Wa Ode Onta ini berubah seketika menjadi Keris, Tombak, Parang yang sangat mengta'jubkan. Maka para orang-orang berani Liya yang dipimpin oleh Lakina Liya memerintah menyerang balik para musuh asal orang-orang kebal dari kaledupa dengan mengambil semua Keris, Tombak, Parang yang telah tersedia oleh pengaruh ghaib dari ilmu sang nenek ini lalu menyerang dan disitulah orang-orang berani asal Kaledupa lari pontang-panting menyelamatkan diri masing-masing ada yang terjung ke laut ada yang lupa jalan dan diadakanlah penagkapan dan penghukuman. Sebagian lainnya ada sempat melarikan diri dan lepas dari kepungan orang-orang berani Liya dan naik kapal kembali ke negerinya kaledupa dan sebagian di tawan serta sebagian ada yang meninggal akibat penusukan.

Nenek inilah salah satu garis lurus keuturunan Raja Talo-Talo yang amat tersohor itu dan dia selama hidupnya telah menyaksikan beberapa kali perubahan Raja Liya bahkan Baluara (Bastion) yang terdapat di belakang Mesjid Agung Keraton Liya menurutnya telah lama ada dalam kondisi seperti saat ini yang dibangun oleh leluhurnya Lakundaru atau Lakueru atau Talo-Talo. Didalam Baluara Talo-Talo ini tak ada bangunan apapun termasuk tak ada kuburan mengingat Raja Talo-Talo di kuburkan di luar Baluara (Bastion) buatannya sendiri, demikian juga anak kandung kesayangannya seorang putri yang tak sengaja oleh pengasuhnya kejatuhan tombak dan kena tembus kepalanya meninggal bersama pembantunya dikuburkan hidup-hidup di luar Bation Talo-Talo ini.

Oleh karena itu kepada seluruh Keluarga Besar Liya dari segenap keturunan para raja-raja liya atau lakina liya dihimbau untuk tetap menghormati sejarah budaya dan melestarikannya sesuai dengan kekentuan undang-undang perlindungan purbakala Nomor : 10 tahun 2010.  Lembaga Forum Komunikasi KabaLI Indonesia  akan mengawal kebudayaan Liya sampai mendapat kemajuan dan pengakuan internasional demi untuk kemajuan kita bersama. Oleh karena itu dahulu kala jika para penguasa atau kaumu melakukan pelanggaran maka rakyat akan melantungkan sebuah irama lagu yang berbunyi :

                                  "....TOKU TOKU WOLEKE......,
                                  "....MATEIKOO...IDO IYAKU....,
                                  "....IDONDIAKU... MATENDIKOO...,

falsapah yang terkandung dalam syair dan irama lagu ini adalah mengajak para pemimpin dan penguasa atau kaumu atau raja pada waktu itu untuk berlaku adil dan bijaksana dalam setiap perintah yang dititahkan. Ingatlah rakyatmu jangan kamu mau hidup, senang dan menang sendiri tapi juga jadikanlah rakyatmu maju dan berhasil serta memiliki derajat kedudukan yang sama dalam masyarakat adat.

 Badan Pengurus Pusat Lembaga Forum Komunikasi KabaLI Indonesia beserta semua Cabang-Cabangnya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas telah berpulangnya kerahtullah salah seorang pahlawan pembela rakyat Togo Liya Wa Ode Onta.....
INNALILLAHI  WA INNALILLAHI ROJIUN... TELAH BERPULANG KERAHTULLAH DENGAN TENANG DAN PENUH KEDAMAIAN WA ODE ONTA SEMINGGU SETELAH FOTO INI DIAMBIL YAKNI MENINGGAL HARI RABU TANGGAL 24 MARET 2010. SEMOGA SEGALA AMAL KEBAIKAN SEMASA HIDUPNYA SENANTIASA MENDAPAT RAHMAT DAN PAHALA TUHAN YANG MAHA ESA ALLAH SUBHANA WATA'ALA. AMIN****

Jumat, 26 Maret 2010

PERJALANAN MELELAHKAN DALAM MENGAWAL TIM AHLI ARKIOLOGI DARI BP-3 MAKASSAR BERKUNJUNG DI BENTENG KERATON LIYA

Pada hari Senen tanggal 15 maret 2010 ketua Umum Forkom KabaLi berangkat menuju pulau Wangi-Wangi dengan menumpangi Kapal Motor Aksar dalam rangka mempersiapkan segala sesuatunya untuk penyambutan Tim Arkiologi dari BP-3 Makassar yang datang ke Wangi-Wangi langsung dari Makassar pada hari Selasa tanggal 16 Maret 2010 dalam rangka melaksanakan tugas Studi Investigasi dan Pemetaan serta Studi Teknis Benteng Keraton Liya yang selama di bangun tahun 1586 tidak sama sekali pernah disentuh oleh pemerintah pemugarannya. 

 Kondisi Benteng Baluara (Bastian) Talo-Talo
Bagian Sebelah Dalam Mulai Runtuh

Kondisi benteng keraton Liya saat ini sudah semakin memprihatinkan dimana dari 13 buah lawang (lawa atau pintu masuk) yang masih nampak utuh hanya sisa dua buah yakni lawang laro togo dan lawang timi. Sedangkan bangunan struktur benteng keraton liya sudah banyak yang runtuh bahkan tinggi benteng aslinya yang diperkirakan mencapai 3.00 meter kini sisa 1,5 meter saja akibat dari masa pemerintahan Lakina Liya La Ode Taru banyak batu-batu struktur atas benteng diambil batunya oleh masyarakat untuk dijadikan material dasar pondasi jalan atas perintah romusa Jepang melalui kerja paksa yang diperkirakan terjadi mulai tahun 1942 s/d 1948. Pada momen kerja paksa yang dikomandoi oleh Raja Liya La Ode Taru yang ketika itu ditengarahi tanpa bijaksana dan berlaku adil atas desakan para prajurit romusa jepang kepada mantan-mantan Raja Liya sebelumnya beserta keturunannya mengakibatkan banyak Yaro (mantan) Raja Liya dan keturunannya melarikan diri keluar     dari desa Liya menuju Maluku, Seram, Irian Barat dan lain sebagainya. 
Pada saat pagi hari Selasa tanggal 16 Maret 2010 dalam rangka menyambut kedatangan Tim Arkiologi BP-3 Makassar di dalam wilayah Liya, maka Ketua Umum Forkom KabaLi (La Ode Muhammad Ali Habiu) beserta Ketua Cabang Forkom KabaLi Wakatobi (La Ode-Odhe) mengunjungi pintu khusus para wali penjaga asli togo Liya dengan mengadakan ritual ghaib memintah keselamatan untuk para tim sekaligus meminta restu agar organisasi Forkom KabaLi senantiasa mendapat berkah dari Allah SWT dan perlindungan secara ghaib oleh kekuatan mereka sehingga masyarakat Liya dapat bangkit secara adil dan merata melalui wadah ini. Alhamdulillah doa permohonan dikabulkan oleh Allah SWT dengan memnandai pemunculan raja wali yang menguasai Togo Liya saat itu dan sekaligus awal kebangkitan mereka kembali kepersada tanah liya untuk kembali menjaganya dan menegakkan adat dan tradisi leluhur yang selama ini mereka hanya berdiam di dalam alam bawah tanah togo Liya. Kini kekuatan itu alhamdulilllah telah muncul kembali sebagaimana yang pernah terjadi dahulu kala dalam mengawal kemajuan masyarakat Liya melalui penegakan adat, tradisi dan budayanya sehingga barang siapa yang melanggar maka akan ditegur langsung oleh mereka tanpa ampun.  Keadaan saat ini dalam Laro Togo Liya sangat menyeramkan dimana muncul secara ghaib tiba-tiba ada terbang jarak dekat kelelawar dengan bentang sayap selebar layar  perahu besar pada sore hari berputar-putar mengelilingi Togo Liya. Demikian pula saat ini terdapat jelmaan kucing hitam yang bisa tiba-tiba menghilang dan barang siapa yang kena cakarnya akan meninggal secara mendadak dan sampai saat ini sudah dua orang menjadi korban. Kucing hitam ghaib ini merupakan penjelmaan orang berpakaian compang-camping berkerudung dan bila di dekati maka akan tiba-tiba menghilang atau menjadi kucing hitam. Sungguh keadaan desa Liya saat ini cukup mencekam dan banyak masyarakat merasa takut. 

Pertemuan Tokoh Adat, Tokoh Agama dan 
Tokoh Budaya Dengan Tim BP-3 Makassar
Dalam Mesjid Agung Keraton Liya

Adapun Tim Pemetaan dari BP-3 makassar terdiri dari 7 (tujuh) orang yang di ketuai oleh Sigit Darmawan melalui Surat penyampaian kepada Bupati Wakatobi,  Nomor : PW.007/201/BPPP.MKS/KKP/2010 tanggal 9 Maret 2010 yang disampaikan oleh Kepala Sub bagian Tata Usaha balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar Drs. Muhammad Ramli
Tepat pada Jam 10.30 WIT bersama Ketua Umum Forkom KabaLi, Ketua Cabang Forkom KabaLi Wakatobi dan Kepala Perwakilan Pemerintah Kabupaten Wakatobi Sultra menjemput Tim BP-3 Makassar di Bandara Matahora Patuno dengan mengendarai mobil Avanza milik Asisten II Sekda Wakatobi. Setibanya di bandara Matahora tepat Jam 11.00 WIT juga bertepatan dengan baru mendaratnya pesawat udara jenis Twin Otter dari maskapai penerbangan Fly Air dan langsung kami menjemput di depan pintu keluar bandara. Bertepatan dengan tibanya kami di pintu keluar bandara Matahora, tanpak Tim BP-3 Makassar terdiri 7 orang dan langsung kami sapah dan selanjutnya kami naikkan barang-barang bawaan dan personnya ke dalam mobil Avanza dan sebaian mobil sewaan. Alhamdulillah tepat Jam 12.45 Tim BP-3 Makassar tiba di salah satu hotel di ibu kota Wakatobi dan disana di adakan koordinasi dengan pejabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata juga asisten pribadi Hugua. Setelah urusan selesai, kamipun bertiga berpisah dan saya bersama La Ode Odhe menuju langsung ke Liya Mawi untuk mempersiapkan segala sesuatunya mengingat rencaa pada malam harinya habis shalat magrib akan diadakan silaturrahim dengan para tokoh adat, tokoh agama dan tokoh budaya didalam mesjid agung Keraton Liya.

Minggu, 07 Maret 2010

PERTEMUAN KE-3 FORKOM KABALI BULAN MARET 2010 DI RUMAH KEDIAMAN Dr. LA DUWI,Sp.An

Pertemuan Forum Komunikasi Keluarga Besar Liya (Forkom KabaLi) pusat Kendari untuk bulan ke-3 berlansung pada hari Sabtu tanggal 6 Maret 2010 pukul 15.30 WIT bertempat di rumah kediaman salah seorang penasehat pusat KabaLi yakni Bapak Dr. La Duwi,Sp.An. Pertemuan ini cukup hikmad walaupun hanya sebagian anggota Forkom Kabali pusat Kendari yang turut menghadirinya mengingat bahwa pada hari tersebut ternyata banyak acara yang berlangsung untuk keluarga Liya lainnya. Acara pertemuan dibuka oleh Ketua Umum Forkom KabaLi dengan menyampaikan beberapa laporan kegiatan yang sudah dan tengah berlansung sebagai berikut :
  1. Santunan Forkom KabaLi untuk bulan Februari 2010 diberikan kepada 3 orang keluarga asal Liya yang mengalami operasi saesar akibat sulit melahirkan dan operasi kista dalam dinding kandungan dengan besarnya santunan masing-masing Rp.150.000,--(seratus lima puluh ribu rupiah),
  2. Beberapa persiapan pembentukan Pengurus Cabang Forkom KabaLi Makassar disiapkan oleh Aman Wakii, kemudian Kabupaten Buton oleh Roy Wakii dan Wakatobi oleh La Ode Odhe. Diharapkan bulan April 2010 cabang-cabang forkom KabaLi pada daerah tersebut telah terbentuk. Untuk Pengurus Cabang Forkom KabaLi Jakarta telah terbentuk bulan Februari 2010 lalu kemudian untuk Pengurus Cabang Forkom KabaLi Samarinda kelihatannya masih tertunda oleh konflik of interes antara Inppian Wakatobi dan para tokoh-tokoh masyarakat yang berada disana, mudah-mudahan dapat segera dicari jalan keluar sehingga dalam waktu dekat ini Pengurus Cabang Forkom KabaLi Samarinda juga dapat dibentuk. Untuk pembentukan pada wilayah timur indonesia seperti Marauke, Fak-Fak, Maluku, Ambon dan Manado sampai saat ini kami masih menunggu konfirmasi siapa saja yang bisa diberikan mandat untuk itu dan kini sedang dijejaki.
  3. Pembentukan Panitia Seminar Pembanguna Budaya Wakatobi telah dibentuk oleh Forkom KabaLi atas permintaan Bupati Wakatobo dan kini ketua panitia Drs. la Ode Ali Murni,M.Si sedang mengadakan lobi konsultasi kepada Bupati Buton dalam pemantapan Surat Keputusan dimaksud serta proposalnya. Apabila Surat Keputusan yang sudah diterbitkan tersebut sudak mendapat respon oleh Bupati Wakatobi maka akan segera dibagian surat keputusannya kepada semua panitia yang terlibat dan panitia mulai mengadakan kegiatan persiapan pelaksanaan seminar.
  4. Segera diterbitkan pemberian mandat kepada orang yang ditunjuk untuk pembetukan : SANGGAR KABALI (sanggar Seni Budaya dan Pernaskahan Sejarah Liya) dan  KOMPI KABALI (Komunitas Pemuda Pemudi Keluarga Besar Liya)
  5. Pendamping tamu dari Tim Arkiologis BP-3 Makassar sebanyak 6 orang yang akan berkunjung ke Liya pada tanggal 10 Maret 2010 dijemput oleh Ketua Umum Forkom KabaLi dan wakil sekretaris umum guna persiapan gelar temu adat dan temu sara di Liya agar tugas-tugas survei, investigas dan pemetaan Benteng Keraton Liya dapat berjalan Lancar.
  6. Permintaan Audiens dengan Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara di jadualkan tanggal 10 Maret di Bau-Bau. Masih dalam penjajakan ulang dengan protokoler Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.
  7. Arahan dan amanah Salah Seorang Tokoh Masyarakat Liya yakni La Ode Unga Sulaiman,B.Sc selaku Pelindung Forkom KabaLi pusat Kendari. Dalam arahan beliau menegaskan bahwa Forkom KabaLi sekali layar terkembang pantang surut kebelakang mengingat beliau cukup kagum dengan organisasi lembaga kemasyarakat Liya ini karena baru hanya berusia kurang lebih 2,5 bulan telah banyak menelorkan program kegiatan untuk kepentingan negeri dan masyarakat Liya.
  8. Pertanggungjawaban Bendahara atas keadaan Kas Forkom KabaLi pusat Kendari
  9. Penutup
 
Ketua Umum Forkom KabaLi pusat kanan dan Sekretaris
Umum Kiri Sedang Mengapit Salah Seorang Tokoh Liya
Yang Juga Sebagai Pelindung Forkom KabaLi, Yakni
Bapak H. La Ode Unga Sulaiman, B.Sc


 

 
 
Setelah acara rangkaian pembukaan ditutup acara berikutnya adalah acara diskusi seputar aktivitas Forkom KabaLi pusat Kendari. Yang menjadi topik terhangat pada acara diskusi tersebut adalah bagaimana Utusan Forkom KabaLi pada acara Diskusi Panel yang diselenggarakan oleh Barisan Pemersatu Kepulauan Wangi-Wangi pada hari Minggu tanggal 7 maret 2010 bisa mengarahkan jalannya diskusi pada kesimpulan akhir dengan mengemukakan kreteria para calon Bupati Wakatobi tanhun 2011 yang akan diusung oleh Wangi-Wangi. Oleh karena itu telah disepakati bahwa utusan KabaLi harus mampu mendramatisir jalannya diskusi panel sehingga muara diskusi pada kreteria Calon Bupati Wakatobi.

Rabu, 03 Maret 2010

FORKOM KabaLi PUSAT KENDARI TURUT MENGHADIRI ACARA HAKEKAT CUCU DARI SESEPUH TOKOH MASYARAKAT LIYA DI KENDARI

Pada hari Rabu tanggal 3 Maret 2010 beberapa pengurus dan pendiri dari Forum Komunikasi Keluarga Besar Liya Pusat Kendari ikut menghadiri acara hakekat cucu dari salah seorang tokoh masyarakat dan sesepuh Liya di Kendari yakni bapak Ir. La Ode Ganiru,M.Si. Adapun cucunya yang baru saja sekitar dua minggu lalu lahir ke muka bumi ini melalui suatu operasi saesar adalah bernama Wa Ode Safia Sabrina yang tak lain anak dari La Ode Muhammad Sabri,ST.,MT.  Sabri merupakan anak pertama dari Bapak Ir. La Ode Gabiru,M.Si, dia sebagai dosen Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang yang saat ini berada di Kendari dalam menyambut kelahiran sang bayi. Pada acara hakekat tersebut kedua orang tua Wa Ode Safia sabrina terlihat sangat bergembira dan khusnul khatimah, juga demikian terlihat pada kedua kakeknya penuh khidmat dan kegembiraan tersendiri. Pada acara hekekat dilakukan pembacaan kalimah-kalimah allah yakni dengan mengumandangkan ayat-ayat suci alqur'an, barajanji dan doa syukuran. Kami dari segenap Badan Pendiri dan Badan Pengurus Pusat Forkom KabaLi Kendari mengucapkan selamat berbahagia kepada saudara La Ode Muhammad sabri,ST.,MT atas kelahiran anak pertamanya, semoga Tuhan YME Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan bimbingannya sehingga kelak dapat membesarkan anak tersebut dengan baik dan diharapkan kelak dapat berbakti kepada kedua orang tua dan berguna bagi bangsa dan negara. Selamat yaaahhh....!!!


 

  




Selasa, 02 Maret 2010

Warga KabaLi Turut Mendoakan Agar Senantiasa Mendapat Kesehatan, Keselamatan dan Ridho Kepada Salah Seorang Sarah Liya Togo LA ODE ABU Atas Rencananya Menunaikan Ibadah Umroh Pada Tanggal 14 Maret 2010

Forum Komunikasi Keluarga Besar Liya Pusat Kendari Sulawesi Tenggara menghaturkan dan memanjatkan doa kehadirat Tuhan YME, Allah SWT atas adanya rencana menunaikan Ibadah Umroh kepada salah seorang sarah Liya Togo (Meantuu Agama) yakni Bapak La Ode ABU yang tak lain merupakan ayahanda dari tokoh masyarakat Liya kota Kendari yakni Ir. La Ode Ganiru,M.Si.    Keberangkatan menunaikan Ibadah Umroh merupakan hal yang sudah lama dinantikan oleh beliau dan barulah direncanakan pada tanggal 14 Maret 2010 ini beliau yang diantar atau ditemani langsung oleh anaknya tersebut terkabul doa dan hajat yang sudah sekian lama dinantikan. Syukur alhamdulillah kamipun dari segenap Badan Pendiri Pusat dan Badan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Keluarga Besar Liya Pusat kendari (Forkom KabaLi) turut berbangga hati karena salah satu orang tua Togo Liya yang dituakan dilingkungan keluarga besar Liya yakni Bapak La Ode ABU akhirnya juga terkabul keinginannya untuk dapat menginjakkan kakinya ditanah Mekkah Alkaramah, tanah suci tempatnya para wali allah dan malaikat dan tempatnya kiblat bagi  ummat islam diseluruh penjuru dunia. Mudah-mudahan dalam keberangkatan beliau mulai dari meninggalkan rumah di Kendari menuju tanah Mekkah senantiasa dibawah bimbingan Tuham YME, Allah SWT sehingga sehingga senantiasa mendapat kekuatan lahir dan bathin, sehat jasmaniah dan rohaniah serta dapat tertuntun bathin dan rohanihnya dalam zisim latifatul qalbi menyambut ibadah agung di tanah suci Mekkah Alkaramah dalam menanti hidayah dan karunia Allah SWT.

 
Salah Seorang Sarah Liya (Meantuu Agama) yakni La Ode Abu
Sebelah Kanan Berpose Dengan Ketua Umum Forkom
KabaLi Pada Tanggal 3 Maret 2010 di Kendari

Semoga segala perjalanan Ibadah Umroh yang dilakukan senantiasa mendapat kemudahan dan mendapat pahala sehingga diharapkan setelah kembali ke Togo Liya dapat bermanfaat bagi kemaslahatan ummat manusia disana khususnya bagi keluarga besar Liya dan makin menambah khasanah karamah Mesjid Agung Keraton Liya.

Senin, 01 Maret 2010

SURAT TUGAS UNTUK MELAKUKAN PEMANTAUAN dan PENGKAJIAN PERSIAPAN PILKADA Wakatobi periode 2011 s.d 2016 dan HASILNYA DILAPORKAN KEPADA Forkom KabaLi.

SURAT PERINTAH TUGAS
Nomor : 01/SPT/FK.KABALI/2010


D a s a r : 
  1. Hasil Rapat Badan Pengurus Forkom KABALI pada hari Sabtu, tanggal 06Februari 2010 mencermati pelaksanaan pembangunan daerah Sultra khususnya Kabupaten Wakatobi;
  2. Aspirasi masyarakat Wakatobi khususnya Masyarakat Liya di Kendari mengenai persiapan pelaksanaan pilkada Wakatobi periode 2011-2016


M E N U G A S K A N

K e p a d a : 
1. Ir. EDY SUNARNO  (Ketua Merangkap Anggota)

2. L M. SALIH HANAN, S.Pd  (Sekretaris merangkap Anggota)

3. UMAR ODE HASANI, SP, M.Si  (Anggota)

4. LA ODE MARDIN, SP, M.Si  (Anggota)

5. LA ODE ALI AHMADI, S.S  (Anggota)

Untuk : Melakukan Pemantauan dan Pengkajian persiapan Pilkada Wakatobi periode 2011 s.d 2016 dan  hasilnya dilaporkan kepada Forkom Kabali.

Masa Kerja Tim : Sejak tanggal ditetapkan surat tugas ini sampai dengan pelantikan Bupati dan Wakil
Bupati Wakatobi terpilih periode Pilkada 2011 s.d 2016.

Demikian Surat Perintah Tugas ini diberikan kepada yang bersangkutan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya..

Ditetapkan di : K e n d a r i
Pada Tanggal : 07 Februari 2010

PENGURUS FORKOM KABALI
SULAWESI TENGGARA
TAHUN 2010

                 K E T U A



Ir. LM. ALI HABIU, AMts, M.Si

Tembusan:
1. Badan Pendiri Forkom KABALI pusat di Tempat;
2. Dewan Penasehat Forkom KABALI pusat di Tempat;
3. Pertinggal.


Motto:
“TOPOGAU SATOTONO”

SURAT KEPUTUSAN BADAN PENGURUS PUSAT FORUM KOMUNIKASI KELUARGA BESAR LIYA TENTANG SUSUNAN PANITIA SEMINAR BUDAYA WAKATOBI TAHUN 2010

KEPUTUSAN BADAN PENGURUS PUSAT

FORUM KOMUNIKASI KELUARGA BESAR LIYA (Forkom KABALI)
SULAWESI TENGGARA
NOMOR : 01/BP/FORKOM-KABALI-Sultra/II/2010

TENTANG :
PEMBENTUKAN PANITIA PELAKSANA
SEMINAR PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN WAKATOBI 2010


BADAN PENGURUS:

Menimbang :
  • bahwa dalam rangka mendukung visi-misi Pemerintah Daerah Wakatobi, “Surga Nyata Bawah Laut di Jantung Segi Tiga Karang Dunia”, maka perlu didukung oleh pengelolaan dan pelestarian nilai-nilai budaya masyarakat Wakatobi yang berskala Nasional;
  •  bahwa budaya masyarakat Wakatobi yang heterogen merupakan potensi daerah yang perlu pengelolaan dan pelestarian sebagai alat pemersatu;
  • bahwa berdasarkan butir b diatas dalam upaya pengelolaan dan pelestarian nilai-nilai budaya masyarakat tersebut maka perlu diadakan Seminar Kebudayaan Wakatobi 2010 dengan tema “ Melalui Seminar Kebudayaan bersama membangun Citra Wakatobi sebagai Destinasi Wisata Dunia”;
  • bahwa sehubungan dengan hal tersebut, maka perlu di bentuk Panitia Pelaksana Seminar Pembangunan Kebudayaan 2010.
Mengingat :
  1. Undang-Undang Nomor : 8 tahun 1985 Tentang Organisasi Kemasyarakatan;
  2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda dan Cagar Budaya;
  3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentan Pemerintahan Daerah; 
  4. Undang-Undang No 10 Tahun 2009 tentang Pariwisata;
  5. Peraturan Pemerintah Nomor : 18 Tahun 1986 Tentang Pelaksanaan Organisasi Kemasyarakatan;
  6. Akta Pendirian Forkom KABALI Nomor : 09 Tahun 2009, tanggal 8 Desember 2008, dengan Notaris Rayan Riadi, SH.,M.Kn Kendari;
  7. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Forkom KABALI.
Memperhatikan :
  1.  Hasil Konsultasi Badan Pengurus Forkom KABALI Sultra dengan Bupati Wakatobi pada hari Minggu Tanggal 14 Februari 2010 di Kendari.
  2. Rapat Badan Pengurus Forkom KABALI Sultra pada hari Minggu Tanggal 14 Februari 2010, sebagai tindak lanjut perintah Bupati Wakatobi kepada Forkom KABALI Sultra sebagai Inisiator Pelaksana Seminar.

MEMUTUSKAN:
MENETAPKAN :


PERTAMA : Membentuk Panitia Pelaksana Seminar Pembangunan Kebudayaan Wakatobi 2010 dengan Susunan Kepanitiaan sebagaimana terlampir dalam keputusan ini.

KEDUA : Dalam Pelaksanaan Seminar tersebut, Panitia bertugas sebagai berikut:
1. Melakukan Persiapan Pelaksanaan Kegiatan;
2. Melakukan konsultasi dengan Pemerintah Kabupaten
Wakatobi sebelum dan sesudah pelaksanaan Seminar
3. Melakukan Konsultasi dengan kelompok komunitas budaya
masyarakat Liya, Mandati, Wanci, Kapota, Kaledupa,
Tomia, Binongko, Cia-cia Wali dan Bajo.
4. Melaporkan hasil pelaksanaan Seminar kepada Badan
Pengurus Forkom KABALI Sultra dan Pemerintah Kabupaten
Wakatobi.

KETIGA : Biaya dalam pelaksanaan Seminar Pembangunan Kebudayaan Wakatobi 2010 ini, bersumber Pemerintah Kabupaten Wakatobi dan sumber-sumber penerimaan lain yang sah dan tidak mengikat.

KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila ternyata dikemudian hari terdapat kekeliruan
maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

DITETAPKAN DI : KENDARI
PADA TANGGAL : 26 Februari 2010

BADAN PENGURUS PUSAT
FORUM KOMUNIKASI KELUARGA BESAR LIYA (Forkom KABALI)
SULAWESI TENGGARA


                 K E T U A,                                   SEKRETARIS,


Ir. LD. MUH. ALI HABIU,AMts.,M.Si    UMAR ODE HASANI,SP.,M.Si

Tembusan:
1. Bupati Wakatobi di Wangi-Wangi;
2. Disbudpar Kabupaten Wakatobi di Wangi-Wangi;
3. Badan Pendiri Forkom KABALI Sultra (sebagai laporan) di Kendari;
4. Ketua Cabang Forkom KABALI Wakatobi di Liya;
5. Pertinggal.



Lampiran SK Nomor: 01/BP/FORKOM-KABALI-Sultra/II/2010

SUSUNAN PANITIA PELAKSANA
SEMINAR PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN WAKATOBI 2010

1. Pelindung

1. BUPATI WAKATOBI
2. KETUA DPRD WAKATOBI

2. Penasehat

1. LA ODE UNGA SULAIMAN, B.Sc
2. Ir. H. LA ODE GANIRU, M.Si
3. Drs. LA ODE UDU TOUNDU
4. dr. LA DUWI, Sp. An

3. Pengarah (SC)

1. SEKRETARIS DAERAH KAB. WAKATOBI
2. KADIS. KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KAB. WAKATOBI
3. KETUA Forkom KABALI Sultra
4. WA ODE NURHAYATI, S.Sos
5. H. SYAHRUDDIN BUTON, SH
6. Ir. H. LA ODE ABDUL MADIKI, M.Si

4. PANITIA PELAKSANA

Ketua : Drs. LA ODE ALI MURNI MISA, M.Si

Wakil Ketua : Ir. EDY SUNARNO

Sekretaris : LA ODE ALI AHMADI, SS

Wakil Sekretaris : SAMRIADIN

Bendahara : LA ODE SALAGU, SE


PEMBANTU UMUM

1. H. LA ODE MOANE OBI, SP.M.Si Koordinator
2. LA ODE ABDUL RAHIM, S.E Anggota
3. LA ODE SURIONO, SE Anggota
4. LA ODE HUSURI Anggota
5. dr. H. JAMALUDDIN Anggota
6. LA ODE MUSU, SE Anggota
7. TAHARUDDIN, SE Anggota

SEKSI HUMAS

1. Drs. H. LA ODE BOA SARDIMAN, M.Si Kordinator
2. BURHANUDDIN, SE, M.Si Anggota
3. Drs. LA ODE RAJUDDIN Anggota
4. dr. NAOMI U. TOUNDU Anggota

SEKSI UNDANGAN

1. LM. SALIH HANAN, S.Pd. Koordinator
2. LA ODE BOY SUSANTO Anggota
3. ODE CHAIRUL MUH. RIDWAN Anggota
4. WA ODE SURYANI HASAN DOU Anggota
5. LA ODE AGUSTIANSA Anggota
6. LA ODE APRIADI MARSIDI Anggota
7. LUKMAN SALAGU Anggota
8. ODE CHAIRUL MUH. RIDWAN Anggota
9. JUMRIATI HAMINAH Anggota

SEKSI ACARA, SIDANG dan PROTOKOL

1. UMAR ODE HASANI, SP. M.Si Koordinator
2. LM. ALI ABDURROHMAN, S.Pd Anggota
3. LM. SOFYAN NURHASAN Anggota
4. NUR HIKMAH, S.Ag. Anggota
5. WA ODE RAHMA GANIRU, SE Anggota
6. WA ODE ETIN MUSAENI MUSU Anggota
7. WA ODE FITRA MAULINA ALI KALAO Anggota
8. WA ODE RIDHA E. SUNARNO Anggota
9. WA ODE FITRIA MARSIDI Anggota
10. WA ODE SITTI NURHADIAH HABIU Anggota

SEKSI PERLENGKAPAN dan DOKUMENTASI

1. LA ODE MARSIDI, L Koordinator
2. LA ODE SANTOSO, S.Sos Anggota
3. LA ODE ALI KALAO Anggota
4. AMRULLAH LISAW, SE Anggota
5. LM. RIADY E. SUNARNO Anggota
6. ARLI FEBRITA ALIMURNI Anggota
7. LA ODE HARIS IDRIS Anggota

SEKSI PERNASKAHAN

1. DR. LM. ALIFUDIN NUR, M.Ag Koordinator
2. LA ODE MARDIN, SP, M.Si Anggota
3. WA ODE FATMA GANIRU, ST Anggota
4. LA ODE SARDIMIN Anggota
5. WA ODE AMALIA ALIMURNI Anggota
6. AAN ANDRIANI CHAIRUDDIN, SH Anggota

SEKSI DANA

1. LA ODE BAHRUM SULAIMAN, SE Koordinator
2. CHAERUDDIN, SE Anggota
3. LA ODE MUH. BAABUR Anggota
4. LA ODE MUSRIN Anggota
5. LM. RANDY E. SUNARNO Anggota
6. MUH. ARIF Anggota
7. DEWI SARTIKA Anggota

SEKSI KONSUMSI

1. SITTI KIAH HABIU Koordinator
2. HARTINI MISA Anggota
3. Hj. WA ODE MALIMU ALI Anggota
4. MULIATI KALAO Anggota
5. Hj. WD. JUMRIATI SADAR, SE Anggota
6. SRI ENDANG SALAGU Anggota
7. WA ODE RUSNI MARSIDI Anggota

SEKSI KEAMANAN

1. BRIPTU LD. RIO ALI
2. BRIPDA LM. REZA FAJARULLAH
3. SERDA LA ASIRI

DITETAPKAN : K e n d a r i
PADA TANGGAL : 26 Februari 2010


BADAN PENGURUS PUSAT
FORUM KOMUNIKASI KELUARGA BESAR LIYA (Forkom KABALI)
SULAWESI TENGGARA


               K E T U A,                                        SEKRETARIS,



Ir. LD. MUH. ALI HABIU,AMts.,M.Si       UMAR ODE HASANI,SP.,M.Si


PEMATERI
1. Ir. HUGUA (BUPATI WAKATOBI)
2. KETUA DPRD KAB. WAKATOBI
3. KADIS. KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KAB. WAKATOBI
4. DR. NUR ARAFAH, SP. M.Si
5. DR. LM. ALIFUDDIN NUR, M.Ag.

NARA SUMBER
PERWAKILAN LIYA : Ir. LM. ALI HABIU, AMts, M.Si/DR. LM. ALIFUDDIN NUR
PERWAKILAN WANCI : Drs. H. LA ODE DJUMAU/DR. LA ODE ALWI,M.Si
PERWAKILAN MANDATI : Prof. DR. HASANUDDIN BUA, SE, M.Si/DR. NUR ARAFAH,M.Si
PERWAKILAN KAPOTA : LA ODE MUKMIN/LA ODE......
PERWAKILAN KALEDUPA : ABDUL DJAKIA/LA AOWU
PERWAKILAN TOMIA : DJALALUDDIN/MANE OBA
PERWAKILAN BINONGKO : ANDI HASAN, S.Pd/Ir. AMINUDDIN KANDARI, M.S
PERWAKILAN BAJO : Ir. ABDUL MANAN, M.Sc/RUSDIN