KabaLi

KabaLi
FOTO ACARA RITUAL HEKANSODAA ASAL LIYA

KabaLi

KabaLi
FOTO SALAH SATU ACARA ARAK-ARAKAN RITUAL HEKANSODAA ASAL LIYA

Selasa, 10 April 2012

SILSILAH GARIS KETURUNAN KETUA UMUM BADAN PENGURUS PUSAT LEMBAGA FORUM KOMUNIKASI KABALI-INDONESIA

OLEH : ALI HABIU


 




Dalam mencermati aspek sosio cultural dan adab kemasyarakatan maka dipandang perlu untuk dipublikasikan atas silsilah Ketua Umum Lembaga Forum Komunikasi KabaLI Indonesia untuk diketahui oleh publik sehubungan dengan amanah tugas mulia yang diembannya  dalam pengelolaan dan pengembangan sejarah budaya dan kebudayaan Keraton Liya agar halayak dapat mengetahuinya bahwa LA ODE SARUHU atau LA ODE MUHAMMAD ALI HABIU masih memiliki hak emosional dalam menyoal penanganan semua sistem adat istiadat, tradisi, sejarah dan budaya di Benteng Keraton Liya  yang diperjuangkan melalui Lembaga Forum Komunikasi KabaLI Indonesia. Sudah barang tentu dalam perjuangan ini membutuhkan kerja sama semua pihak para kerabat, para sepupu, para keluarga dekat, para sara, para tokoh masyarakat supaya semua bisa berjalan lancar dan tercapai apa yang diinginkan oleh masyarakat Liya. Lembaga Forum Komunikasi Kabali Indonesia hanya sebagai media fasilitator untuk mengangkat derajat masyarakatnya.

Keturunan langsung Wa Kaa Kaa (abad ke XIII) ini adalah merupakan generasi terakhir yang memiliki daya kharisma kebutonan yang sedang berjuang memperjuangkan kebangkitan asal negeri leluhurnya yakni keraton Liya yang terletak di kepulauan wangi-wangi Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara. Tak salah lagi bila sejak tahun 2004 silam LA ODE SARUHU diberikan berkah oleh kakek buyutnya bernama LA KABAURA berupa sebuah keris  pusaka miliknya bernama "TOBO MALIGUNA" yang telah bermukim melindungi pulau Jawa selama 720 tahun lamanya, kini di serahkan kembali kepangkuan cucu buyutnya putra Liya untuk menjadi pendamping dalam memperjuangkan bagi bangkitnya kebudayaan Liya masa-masa akan datang. Keris pusaka milik LA KABAURA ini dipesan khusus oleh Raja Buton pada zamannya sebanyak 7 pasang di pulau Jawa dan dibuat langsung oleh Empuh Gandring. Keris ini masih dijumpai pasangannya di Keraton Wolio yakni 1 buah ada sama mantan Iman Mesjid Ba'dia dan 1 buah ada sama mantan iman mesjid keraton Buton (sudah almarhum). Sedangkan 4 buah lainnya masih dipegang oleh sahabat secara ghaib dan akan muncul bersamaan ketika negeri buton sudah mulai bangkit kembali pada masa ditentukan kemudian. 
Sebelum LA ODE SARUHU memegang Ketua Umum Lembaga KabaLI Indonesia, pernah memegang berbagai organisasi masyarakat nasional dan organisasi massa nasional seperti : Anggota Aktif Karyawan Inti Atar Rakyat (KIARA) Pusat Bidang Sosial Budaya, Anggota Korps Brigade Pemuda Pelopor Penerus Kemerdekaan Bangsa Indonesia (PPKBI) Pusat, Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Daerah PPKBI Sulawesi Tenggara, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Mahasiswa dan Pemuda Talo-Talo Makassar, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Indonesia Buton (KKIB) Makassar dan Berbagai Lembaga Teknis dan Sosial di Indonesia.

Sedangkan spesifikasi pendidikan formal jenjang akademis adalah : Degree Expert  on Civil Engineering of Hasanuddin Univercity, Engineer  on Water Resources Engineering of Brawijaya Univercity and Magister of Sciences  on Development Administration of Haluoleo Univercity.



A. SILSILAH GARIS KETURUNAN BAPAK NENEK LAKI-LAKI 

  1. LA BALULUWU (RAJA BUTON KE-II ) KAWIN BULA WAMBONA (ANAKNYA RAJA BUTON KE-I, YAKNI SIBATERA + WA KAA KAA), awal abad ke XIII, melahirkan :
  2. BATARA GURU (RAJA BUTON KE-III) KAWIN DENGAN WAILUNCUGI, melahirkan : 
  3. RAJA MANGUNTU, melahirkan :
  4. LA KASITURI, melahirkan :
  5. LA MAYINDO, melahirkan :
  6. LA KABAURA (LAKINA MANCUANA KUMBEWAHA), melahirkan :
  7. LA BUKE, melahirkan :
  8. LA ODE ARAFANI (SAPATI BALULUWU), melahirkan :
  9. LA ODE DANI (OPUTA KABUMBU MALANGA ATAU SULTAN BUTON KE-XII), melahirkan :
  10. LA ODE YANI (RAJA LIYA KE-1, SETELAH TALO-TALO), melahirkan 
  11. LA ODE OGENA (RAJA LAWELE), melahirkan :
  12. LA ODE PODIMBA, (Bobeto Mancuana Matanayo : Konta Bitara) melahirkan :
  13. LA ODE BELO, (Bobeto Mancuana Matanayo : Konta Bitara) melahirkan :
  14. LA ODE KALEMBUNGO (Bobeto Mancuana Matanayo : Konta Bitara), melahirkan :
  15. LA ODE TANGI, (Bobeto Mancuana Matanayo  Konta Bitara) melahirkan :
  16. LA ODE SIYU, (Bobeto Mancuana Matanayo : Konta Bitara) melahirkan :
  17. DR (HC) LA ODE UNGA WATHULLAH (ayahanda tercinta), melahirkan :
  18. LA ODE SARUHU (LA ODE MUHAMMAD ALI HABIU)

B. SILSILAH GARIS KETURUNAN BAPAK NENEK PEREMPUAN 

  1. LA BALULUWU (RAJA BUTON KE-II) KAWIN BULA WAMBONA (ANAKNYA RAJA BUTON KE-I, YAKNI SIBATERA + WA KAA KAA), awal abad ke XIII, melahirkan :
  2. BATARA GURU (RAJA BUTON KE-III) KAWIN DENGAN WAILUNCUGI, melahirkan ::
  3. RAJA MANGUNTU, melahirkan :
  4. LA KASITURI, melahirkan :
  5. LA MAYINDO, melahirkan :
  6. LA KABAURA (LAKINA MANCUANA KUMBEWAHA), melahirkan :
  7. LA BUKE, melahirkan :
  8. LA ODE ARAFANI (SAPATI BALULUWU), melahirkan :
  9. LA ODE DANI (OPUTQ KABUMBU MALANGA ATAU SULTAN BUTON KE-XII), melahirkan :
  10. LA ODE NGKARIRI (SANGIA MANURU ATAU SULTAN BUTON KE-XIX),melahirkan:
  11. LA ODE ALI (RAJA LIYA KE- 2 SETELAH TALO-TALO), melahirkan :
  12. LA ODE DENI (RAJA LOWU-LOWU), melahirkan :
  13. LA ODE LATINE,  (Sara Agama) melahirkan :
  14. LA ODE POU , (Sara Agama) melahirkan :
  15. LA ODE DHAENI (LAKINA AGAMA DI KULATI, Tomia), melahirkan :
  16. LA ODE WARA, (Sara Agama)  melahirkan :
  17. LA ODE SIYU, melahirkan :
  18. DR (HC) LA ODE UNGA WATHULLAH (ayahanda tercinta), melahirkan :
  19. LA ODE SARUHU (LA ODE MUHAMMAD ALI HABIU)

C. SILSILAH GARIS KETURUNAN DARI BAPAK IBU

1.     LA BALULUWU (RAJA BUTON KE-II) KAWIN BULA WAMBONA (ANAKNYA RAJA BUTON KE-I, YAKNI SIBATERA + WA KAA KAA), awal abad ke XIII, melahirkan :
2.     BATARA GURU (RAJA BUTON KE-III) KAWIN DENGAN WAILUNCUGI, melahirkan ::
3.     RAJA MANGUNTU, melahirkan :
4.     LA KASITURI, melahirkan :
5.     LA MAYINDO, melahirkan :
6.     LA KABAURA (LAKINA MANCUANA KIMBEWAHA),melahirkan :
7.     LA BULA,  melahirkan :
8.     KASAWARI, melahirkan :
9.     LA ODE BANGGALA (RAJA LIYA KE- 10 /YARO WATU), melahirkan :
10.  LA ODE BUNGA TONDO (RAJA LIYA KE- 11 /YARO AHU), melahirkan :
11.  LA ODE HANDALA (KHATIBI MESJID AGUNG LIYA), melahirkan :
12.  LA ODE DUMU (KONTA BITARA), melahirkan :
13.  LA ODE KARIBU (KONTA BITARA), melahirkan :
14.  LA ODE MANE (MENTU’U SOLODADU), melahirkan :
15.  LA ODE ABDULU, melahirkan :
16.  WA ODE HAWA (ibunda tercinta), melahirkan :
17.  LA ODE SARUHU (LA ODE MUHAMMAD ALI HABIU) ****


Tidak ada komentar: