KabaLi

KabaLi
FOTO FASILITASI TARI BANDA PADA ACARA FESTIVAL BUDAYA KERATON LIYA TAHUN 2011

KabaLi

KabaLi
FOTO FASILITASI TARI NGIFI- LARIANGI LIYA, PADA ACARA FESTIVAL BUDAYA KERATON LIYA TAHUN 2011

Sabtu, 02 April 2011

TIM BALAI ARKIOLOGI MAKASSAR AKAN TURUN PEMETAAN ZONING BENTENG KERATON LIYA LAPIS TIGA AWAL APRIL 2011

SAMPING BALUARA  TALO-TALO


 DEPAN BALUARA TALU-TALU


OLEH : ALI HABIU


Sesuai dengan Surat BPPP makassar yang dikirim via facsimile kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Provinsi Sulawesi Tenggara dan tindasannya kepada Ketua Umum Lembaga Forum Komunikasi KabaLI Indonesia yang baru kami terima pada hari jumat tanggal 1 April 2011, dikemukakan bahwa mulai tanggal 4 April 2011 s/d 15 April 2011 Tim Balai Arkiologi (Tim Balar) dari BPPP Makassar akan turun sebanya 7 orang tenaga ahli perbentengan ke Keraton Liya  untuk mengadakan survei dan pendataan teknis dan pemetaan zoning benteng lapisan tiga yang diperkirakan memiliki lngkaran sepanjang 16 Km. Benteng lapis tiga dari keraton Liya dahulu kala dinamakan benteng Patua yang sudah ada sejak Abad VIII masehi yang dibangun oleh orang orang sakti asal Melayu dan orang-orang tua Liya menamakan benteng Pa'tua. Benteng ini keberadaan di lapangan masih di jumpai utamanya pada sisi sebelah utara umumnya masih utuh dengan ketinggian rata-rata 3 meter. Namun demikian untuk sisi barat, timur dan selatan saat ini tinggal dijumpai bekas-bekas bangunannya dari kepunahan.

 Lapis ketiga benteng Keraton Liya diperkirakan sudah mulai punah sejak masuknya Belabda di Indonesia dimana sebagian batunya di pakai untuk pembuatan Break Water dan Dermaga di Laut juga sebagian untuk pondasi bantgunan-bangunan Belanda yang ada di wilayah Wakatobi dan sekitarnya. Dan kehancuran penuh terjadi setelah masuknya Jepang ke Indonesia dengan melalui kerja paksa tentara romusa memerintahkan semua rakyat Liya untuk mengambil batu lapisbenteng ke tiga ini untuk bahan pondasi jalan seluruh wilayah wangi-wangi.





 Harapan seluruh masyarakat Liya agar survei pendataan teknis dan pemetaan zoning Benteng Keraton Liya lapis ke-3 ini bisa berjalan lancar dan sukses dan juga hasil pelaporannya benar-benar di dukung oleh data yang valid dari berbagai sumber sehingga pada laporan hasil penelitian dapat menghasilkan kejutan-kejutan baru dibidang justifikasi perbentengan yang di duga benteng Keraton Liya menjadi Benteng Terbesar di Dunia bukan benteng Wolio (.melayuonline.com )

Lembaga Forum Komunikasi KabalI Indonesia akan berada di garda terdepan dalam mengamankan seluruh aset dan potensi sejarah dan budaya milik keraton Liya untuk secxara bersama-sama dengan pemerintah membangun dan mengembangkan Benteng Keraton Liya yang memiliki nilai-nilai sejarah dan budaya yang tinggi pada zamannya ****