KabaLi

KabaLi
FOTO FASILITASI TARI BANDA PADA ACARA FESTIVAL BUDAYA KERATON LIYA TAHUN 2011

KabaLi

KabaLi
FOTO FASILITASI TARI NGIFI- LARIANGI LIYA, PADA ACARA FESTIVAL BUDAYA KERATON LIYA TAHUN 2011

Minggu, 23 Oktober 2011

BINATANG JAHAT BERMATA SATU "WINTE" MERUPAKAN PAGAR GAIB MENJAGA HARTA GAJAH MADA DI WILAYAH LIYA

OLEH : ALI HABIU



Berdasarkan kisah yang diceritakan oleh LA IBO yang tinggal di dusun Seru dalam Kawasan Benteng Keraton Liya yang tak lain adalah cucu dari bekas iman mesjid Kuba Keraton Buton bernama La Ode Abdulu mengatakan bahwa Maha Patih Gajah Mada beserta prajurit setianya sejumlah 40 orang dan 3 orang teliksandi kepercayaannya dalam pelariannya dari Sumatera menuju pulau Sumanga Wangi-wangi dan bermukim sementara di Liya Wangi-wangi rupanya membawa sejumlah harta benda termasuk benda-benda pusaka kerajaan Majapahit. Untuk mengamankan harta benda dan benda-benda pusaka milik Kerajaan Majapahit tersebut, Maha Patih Gajah Mada menggunakan ilmu kesaktiannya dengan membuat jelman mahluk gaib berupa binatang berbentuk kambing dengan mata terdapat hanya satu buah di tengah kedua pelipis kambing jadi-jadian tersebut. Bola mata kambing jadi-jadian ini berbentuk bulat besar dan mengeluarkan cahaya berbentuk kilat dengan cahaya kuning kemerah-merahan dan barang siapa yang menemukan binatang ini dengan kilatan cahaya melalui matanya maka orang tersebut tidak lagi dapat tertolong dimana badannya hangus atau menghitam ditempat dimana dia berada semula dan setibnya di rumah orang tersebut meninggal dunia.

 LA IBO

Binatang jahat atau binatang gaib jadi-jadian ini dikalangan manyarakat Liya dikenal dengan nama WINTE. Sampai saat ini semua masyarakat merasa was-was dan takut kalau-kalau mereka melaut menemukan binatang gaib ini sebab dengan menemukannya berarti ajal meraka sudah mendekat. Winte ini sampai sekarang diyakini oleh sebagian masyarakat Liya bermukim disebuah gua yang terdapat ditebing binir pantai di wilayah Lagiampa dimana dipercaya bahwa gua ini sebagai tempat penyimpanan harta karung milik Maha Patih Gajah Mada, namun tak satupun orang berani menuju ke lokasi gua ini sebab  binatang Winte ini sering dilihat oleh masyarakat keluarnya dari mulut gua tersebut.

 Pulau Oroho

Pulau Sumanga

Pulau Simpora

Namun demikian,  ada pula  sebagian masyarakat tertentu di Liya meyakini bahwa WINTE tersebut merupakan anak Gajah Mada dengan istri yang bernama WA BUNGAEYA yang bernama WA UNTU MATA. Anak tersebut kecendungan dalam hidupnya berada dalam dimensi lain karena mengingat dirinya berbentuk tidak seutuhnya sebagai manusia dan setelah dewasa memilih tinggal di sebuah Gua yang terdapat di wilayah Lagiampa di dalam  wilayah Keraton Liya lapis ke tiga. Winte atau Wa Untu Mata ini sampai sekarang sering diketemukan dengan tidak sengaja di wilayah pantai pulau Simpora, Pulau Sumanga dan Pulau Oroho kawasan Liya terumata disaat-saat cuaca berganti menjadi agak mendung dengan warna langit  ke merah-merahan atau ke kuning-kuningan. Kisah ini merupakan bagian data dasar dalam  penelitian menelusuri jejak-jejak Kerajaan Majapahit di Wilayah Buton dan Wangi-Wangi dalam mengungkap Moksa Maha Patih gajah Mada. Percaya atau tidak----mau coba uji nyali dengan kegaiban binatang ini....,silahkan datang ke Liya****