KabaLi

KabaLi
FOTO ACARA PERKENALAN DENGAN INVESTOR ASAL SINGAPURA LIYA

KabaLi

KabaLi
FOTO SALAH SATU ACARA PERKENALAN DENGAN INVESTOR ASAL SINGAPURA

Kamis, 10 November 2011

PEGELARAN BUDAYA LIYA KE II TAHUN 2011 DI DUKUNG OLEH DONATUR LUAR WAKATOBI

OLEH : ALI HABIU



Acara akbar Gelar Kebudayaan Liya ke II Tahun 2011 tanggal 7 s/d 8 November 2011 berjalan sukses atas dukungan para donatur di luar wilayah pemerintahan kebupaten wakatobi. Hal ini rada-rada kelihatannya sangat aneh dan banyak dipertanyakan oleh masyarakat wakatobi khususnya wangi-wangi dan Liya mengapa acara-acara konteksi adat dan budaya pemerintah kabupaten wakatobi khususnya Bupati baik secara kelembagaan maupun pribadi tidak ada sama sekali perhatiannya, padahal konteksi ini merupakan iven yang cukup strategis dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah sebagaimana diatur dalam Pasal 22 ayat (m) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah adalah termasuk dalam katagori Kewajiban Pemerintahan Daerah Otonom (Pemerintah Daerah kabupaten Wakatobi). Dalam pasal 22 ayat (m) tersebut berbunyi : Dalam Penyelenggaraan Otonomi, Daerah mempunyai Kewajiban ; (m). Melestarikan Nilai Sosial Budaya.  Hal ini menunjukkan bahwa Bupati Hugua masih pilih kasih dalam menjalankan kepemerintahannya dan bukan merupakan rahasia umum jika selama ini yang menjadi prioritas penanganan pelestarian dan pengembangan kebudayaan hanya diberikan kepada daerah asal kelahirannya yakni Tomia tanpa secara adil memperhatikan wilayah-wilayah daerah lain (Binongko, Kaledupa dan Wangi-wangi) yang memiliki potensi nilai sosial budaya yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.  Namun demikian Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kabupaten Wakatobi Bapak Drs.Tawakkal mengemukakan bahwa mulai tahun 2012 mendatang acara kegiatan serupa yakni Gelar Kebudayaan Liya ke III Tahin 2012 mendatang sudah akan ditangani oleh SKPDnya karena telah masuk dalam tugas pokok dan fungsi Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kabupaten Wakatobi yang tentunnya akan kerja sama dengan Lembaga Forum Komunikasi Kabali Indonesia sebagai lembaga independen perintis dan pelestari kebudayaan Liya. Semoga janji ini bisa merupakan kenyataan tahun 2012 mendatang. Sumbangan Drs. Andi Tawakkal selaku Kepala SKPD Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kabupaten Wakatobi adalah pemberian fasilitas shooting selama acara berlangsung untuk bahan dokumentasi, publikasi dan promosi namun sayang hingga saat ini hasil shooting dan dokumentasi yang dijanjikan belum juga kami terima. Untuk itu kami segenap pengurus Lembaga Forum Komunikasi Kabali Indonesia sangat kecewa atas ketidak konsistenan ini.

Acara Gelar Budaya Liya ke II tahun 2011 dihadiri oleh segenap undangan mulai dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kabupaten Wakatobi dan 2 kepala bidang yang mendampinginya, Camat Wangi-Wangi Selatan, Kapolsek Wangi-wangi Selatan, Kepala UPTD Dinas Pendidikan Nasional Wangi-Wangi Selatan, Drs. H. La Ode Ali Murni Misa,M.Si  sebagai Ketua Dewan Penasehat Lembaga Forum Komunikasi Kabali Indonesia Pusat, Hasan Ndou selaku Ketua Cabang Lembaga Forum Komunikasi Kabali Indonesia Kabupaten Wakatobi beserta jajarannya, La Ode Sahira selaku penasehat Lembaga Adat Kabali Indonesia, Kepala desa Liya Togo, Kepala Desa Liya mawi, para Kepala Dusun Se Liya Togo, Para Tokoh Adat, Tokoh Sejarah, Budayawan dan totoh-tokoh masyarakat Liya dan seluruh masyarakat Liya Raya. Sebelum acara inti dimulai, terlebih dahulu diadakan acara pembukaan oleh panitia kemudian sambutan-sambutan masing-masing oleh Ketua Panitia Bapak Hasan Basri, S.Sos, Ir.L.M. Ali Habiu,AMts.,M.Si Ketua Umum Lembaga Forum Komunikasi Kabali Indonesia dan terakhir Drs. Andi Tawakkal selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kabupaten Wakatobi mewakili pemerintah daerah kabupaten wakatobi sekaligus membuka secara resmi acara Gelar Budaya Liya ke II tahun 2011.
 













Walaupun demikian tanpa bantuan pemerintah Kabupaten Wakatobi pelaksanaan Gelar Budaya Liya ke I Tahun 2010 dan ke II Tahun 2011 ini cukup berjalan lancar dan sukses berkat kerja keras tanpa lelah dari segenap pengurus Lembaga Forum Komunikasi Kabali Indonesia baik yang berada di pusat maupun di daerah khususnya di Pengurus Cabang Kabupaten Wakatobi yang dikomandoi oleh Hasan Ndou dan kawan-kawan.

Pelaksanaan Gelar Budaya Liya ke II Tahun 2011 ini jauh lebih sempurna pelaksanaannya jika dibandingkan dengan pelaksanaan Gelar Kebudayaan Liya ke I Tahun 2010 lalu karena sudah didasarkan atas pengalaman pelaksanaan sebelumnya. Kegiatan yang ditampilkan pada acara Gelar Budaya Liya ke II Tahun 2011 berupa : Pemotongan Hewan Kurban Secara Tradisional (adat istiadat) dan diskusi kebudayaan yang pelaksanaannya dirangkaikan bersamaan pada hari Senin tanggal 7 November 2011. Dan Pentas Seni Budaya dengan menampilkan 18 jenis seni budaya tradisional Liya di laksanakan pada hari Selasa tanggal 8 November 2011 mulai jam 09.00 sampai jam 14.00 WIT. Sedangkan penampilan Seni Budaya tahun 2010 lalu hanya sejumlah 8 jenis saja.

Pada acara diskusi kebudayaan pemateri utama adalah : Wa Ode Nurhayati,S.Sos (Anggota DPR RI) dan DR. L.M. Alifuddin Nur (Akademisi) yang mana semua pemateri tersebut berasal dari Keraton Liya dan dimoderatori oleh L.M. Ali Habiu selaku ketua umum Lembaga Forum Komunikasi Kabali Indonesia. Pada acara diskusi kebudayaan semua unsur tokoh asal Liya turut hadir termasuk para perwakilan mahasiswa baik dari Kendari maupun kota lainnya di Indonesia.
Adapun para donatur yang berasal dari  luar daerah kabupaten wakatobi turut menyumbang untuk digunakan sebagai biaya operasional sampai suksesnya acara Gelar Budaya Liya ke II Tahun 2011 ini terdiri dari :

  1. H. Ali Mazi, SH selaku Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara Priode 2003 s/d 2008, sebesar Rp.5.000.000,--
  2. H. Ir. Asrun,.M.Eng.Sc selaku Wali Kota Kendari, sebesar Rp.5.000.000,--
  3. Ir. Fahry Yamsul, M.Si selaku Kepala Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan Sulawesi Tenggara (Kegiatan Revitalisasi Benteng Liya 2011), sebesar Rp.5.000.000,--
  4. Wa Ode Nurhayati,S.Sos selaku Anggota Banggar DPR Republik Indonesia, sebesar Rp.1.000.000,--
  5. Salih Hanan,M.Si selaku direktur LSM TNC sebesar Rp.300.000,--
Atas segala partisipasi dan dukungan dana kepada para donatur tersebut, kami dari Pengurus Pusat Lembaga Forum Komunikasi Kabali Indonesia mengucapkan banyak terima kasih dan semoga Tuhan YME memberikan hidayahnya kepada semuanya.

Sedangkan sumbangan hewan kurban berupa 1 ekor sapi jantan yang terdiri dari 7 orang pengurban antara lain : Ali Habiu, Umar Ode Hasani, La Ode Rajuddin, Wa Ode Unga Kolo, H.La Ode Misa, La Ode Salagu dan wa Ode Bahuli Haliana dengan nilai sebesar Rp.8.400.000,--. Kemudian hewan kurban kambing sebanyak 3 ekor masing-masing senilai Rp.1.700.000,-- disumbang oleh : Ir. Fahry yamsul, H.Ali Mazi,SH dan Dr.La Duwi,SP.An

Sehingga total biaya yang diperlukan dalam pelaksanaan Gelar Budaya Liya Ke-II Tahun 2011 ini sebesar menghampiri Rp.30.000.000,--
Berdasarkan hasil rapat evaluasi Panitia pelaksana pada malam tanggal 8 November 2011 setelah dihitung semua beban pengeluaran atas kegiatan tersebut ternyata masih memiliki saldo kas sebesar Rp.1.350.000,--. Dari sejumlah saldo kas tersebut akhirnya didistribusikan kepada 10 orang panitia pelaksana yang sangat aktif dan sibuk dalam pelaksanaan iven tersebut sehingga setiap orang mendapat biaya capek antara Rp.100 ribu sampai Rp.150 ribu dan dengan ucapan alhamdulillah panitia pelaksana setelah menerima uang capek tersebut langsung juga dibubarkan secara resmi oleh Ketua Umum Lembaga Forum Komunikasi Kabali Indonesia. Dan sebagai penanggungjawab kegiatan Gelar Budaya Liya Ke II tahun 2011 ini adalah semua jajaran pengurus Lembaga Forum Komunikasi Kabali Indonesia Cabang wakatobi.****